Jumat, 03 Mei 2013

UTS Landasan dan Problematika


REFLEKSI LANDASAN DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN
KEDUDUKAN BERBAGAI MACAM LANDASAN DIGAMBARKAN DIBAWAH INI:


 
FILOSOFIS

PSIKOLOGIS

SOSIAL BUDAYA

IPTEK,EKONOMI

HUKUM

Dari semua landasan tersebut pada dasarnya mempengaruhi pembentukan kurikulum untuk mencapai tujuan pendidikan.
SUMBANGAN MASING-MASING LANDASAN TERHADAP KURIKULUM











 











1.Landasan Filosofis Pendidikan
Filsafat pendidikan adalah filsafat terapan yang menggunakan pola berfikir filsafat dalam menelaah obyek tentang segala hal tentang pendidikan.Ada tiga kajian utama cabang filsafat pendidikan, yaitu kajian tentang ontology dan antropologi,epistemology dan aksiologi pendidikan.
FILOSOFI à merupakan konseptual dan ideal :
        Sasaran pendidikan (tujuannya?)
        Proses pendidikan (bagaimana caranya?)
        Pendidik-siswa (siapa peserta didik, siapa pendidik?)
FILSAFAT : mencari atau mencintai kebenaran dan   kebijaksanaan atau kearifan mencari kebenaran yang hakiki
Dari bagan dibawah ini dapat dijelaskan beberapa hal yang ada dan filsafat.




 










HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT DENGAN FILSAFAT PENDIDIKAN
         Donald Butler (1957), filsafat memberikan arah & metodologi terhadap praktek pendidikan; praktek pendidikan memberikan bahan bagi pertimbangan filsafat
         Brubacher (1950), mengemukakan 4 pandangan tentang hubungan ini :
        Filsafat merupakan dasar utama dalam filsafat pendidikan
        Filsafat pendidikan berdiri sendiri sebagai disiplin yang mungkin memberi keuntungan dari kontak dengan filsafat, tetapi kontak tersebut tidak penting
        Filsafat dan teori pendidikan menjadi satu
2.PSIKOLOGIS à rencana belajar untuk pengalaman

        Perkembangan siswa
        Karakteristik siswa
        Metode belajar-mengajar
Psikologi mengamati perkembangan siswa atau peserta didik dalam kesiapan mentalnya menerima pendidikan.
Landasan ini sangat berperan dalam menentukan kurikulum dalam tingkatan pendidikan.
Sebagai contoh  Peran psikologi dalam penggolongan tingkatan:
1.Anak berusia 7 tahun – 12 tahun adalah murid SD dengan kurikulum yang telah ditentukan
2.Anak berumur 13-15 tahun adalah siswa SMP.
3.Anak berusia 16-18 tahun adalah siswa SMA.
Siswa SD belajar sifatnya masih menghapal,tapi siswa SMP dan SMA sudah harus dalam tahap memahami, menganalisa sampai penerapan  yang sederhana.

3. SOSIAL BUDAYA à dalam hal ini masyarakat (siswa, keluarga, masyarakat umum) merupakan sesuatu yang nyata
        Perubahan tata nilai
        Perubahan tuntutan kehidupan
        Perubahan tuntutan kerja
Jika kita amati pendidikan sebagai  satu sistem tidak akan lepas dari masyarakat sekolah maupun diluar sekolah.Dukungan semua bagian dari komp Sosiologi pendidikan meliputi : (1) interaksi guru-siswa, (2) dinamika kelompok di kelas dan di organisasi intra sekolah, (3) struktur dan fungsi sistem pendidikan, dan (4) sistem-sistem masyarakat dan pengaruhnya terhadap pendidikan.
Masalah yang masih perlu tindak lanjut adalah masih banyaknya tawuran antar pelajar yang dimulai masalah kecil.
4.ILMU DAN TEKNOLOGI à arahnya bahwa pendidikan tidak hanya untuk sekarang tetapi untuk masa depan
        Teori baru
        Teknologi baru
Ilmu dan Teknologi sangat berperan dalam transfer isi pendidikan itu sendiri.Banyak teknologi baru yang ditemukan agar penyampaian isi pendidikan dapat mudah untuk dimengerti peserta titik.
Teknologi Pendidikan adalah untuk mendapatkan nilai tambah.
Teknologi informasi dan komunikasi merupakan kemudahan yang diberikan dalam mendukung kegiatan pembelajaran, contohnya dalam media pembelajaran, dapat dimanfaatkan fasilitas internet untuk memudahkan proses pengambilan referensi materi pembelajaran.
Berbagai teori dan model dalam pendidikan memberi pengaruhi dalam bidang pendidikan umumnya dan teknologi pendidikan khususnya, untuk lebih tepatnya saling mempengaruhi hingga timbul perkembangan berbagai kecenderungan yang meliputi :
(1) Pendidikan seumur hidup yang berlangsung sepanjang orang sadar akan diri dan lingkungan;
(2) Pendidikan gerak cepat dan tepat yang lebih mengacu pada kemampuan untuk hidup di masyarakat;
(3) Pendidikan yang mudah dicerna & diresapi;
(4) Pendidikan yang menarik perhatian dengan cara pengajaran yang bervariasi dan merangsang sebanyak mungkin indera;
(5) Pendidikan yang menyebar, baik pelayanannya maupun peranannya;
(6) Pendidikan yang mustari (tepat saat) menyusup tanpa niat sebelumnya yaitu pada saat ada kekosongan pikiran.
5.LANDASAN EKONOMI
Fungsi ekonomi dalam dunia pendidikan ialah untuk menunjang kelancaran proses pendidikan dan juga berfungsi sebagai materi pelajaran dalam masalah ekonomi pada kehidupan manusia.
Kegunaan ekonomi dalam pendidikan terbatas pada :
a.Untuk membeli keperluan yang tidak dapat di buat sendiri atau bersama siswa
b.Membiayai segala perlengkapan gedung
c.Membayar semua jasa kegiatan pendidikan
d.Untuk mengembangkan individu yang berprilaku ekonomi
e.Untuk memenuhi kebutuhan dasar dan keamanaan para personilia pendidikan
f.Meningkatkan motivasi kerja
g.Membuat para personilia pendidikan lebih semangat untuk bekerja
Adapun sumber-sumber dana yang di dapat melalui :
1.Dari pemerintah dalam benruk proyek pembangunan, pertandingan karya ilmiah dan sebagainya.
2.Dari kerjasama dengan instansi lain baik pemerintah swasta maupun dunia usaha.
Perekonomian disuatu negara mendapatkan peran yang sangat penting dalam pendidikan.Semakin baik perekonomian suatu negara maka akan semakin bagus kualitas pendidikanya.
Saya ingin menyoroti pendidikan gratis yang sedang berlangsung saat ini dinegara tercinta.Pendidikan gratis memberi kesempatan kepada semua lapisan masyarakat untuk merasakan sekolah,namun ada beberapa hal yang membuat pendidikan gratis mempunyai kendala seperti kurang perhatianya orang tua dalam pemenuhan kebutuhan sekolah,karena orang tua menganggap pendidikan gratis dapat mengcover semuanya.Lalu karena dianggap gratis anak dan guru kurang motivasi sekolah,kan gratis juga yang namanya gratis itu kerjanya tidak maksimal(yang banyak saya temui di lapangan).
6.LANDASAN HUKUM
 Landasan hukum dapat diartikan peraturan baku sebagai tempat berpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu, dalam hal ini kegiatan pendidikan. Tetapi tidak semua kegiatan pendidikan dilandasi oleh aturan-aturan baku ini, contohnya aturan cara mengajar, cara membuat persiapan, supervisi, yang sebagian besar dikembangkan sendiri oleh para pendidik.
Beberapa landasan hukum Indonesia
  1.  UUD 1945 sebagai Landasan Yuridis Pendidikan Indonesia.
  2. Pancasila sebagai Landasan Idiil Sistem Pendidikan Indonesia.
  3. Ketetapan MPR sebagai Landasan Yuridis Pendidikan Nasional
  4. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah sebagai Landasan Yuridis Pendidikan Nasional
  5. Keputusan Presiden sebagai Landasan Yuridis Pelaksanaan Pendidikan Nasional
  6. Keputusan Menteri sebagai Landasan Yuridis Pelaksanaan Pendidikan Nasional
  7. Instruksi Menteri sebagai Landasan yuridis Pelaksanaan Pendidikan Nasional
Salah satunya adalah mengenai masalah pembiayaan pendidikan. Pasal 31 ayat 4 UUD 1945 (hasil amandemen, perubahan keempat) menyatakan bahwa “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.”Hal yang saya ragukan :Apakah hal ini sudah berjalan seperti apa yang kita cita-citakan.

7.LANDASAN  SEJARAH
Pendidikan telah ada sejak zaman batu,karena perkembangan ilmu mulai dari zaman batu.Pendidikan dan ilmu pengetahuan berjalan seiring sejalan.Banyak aliran-aliran yang lahir seperti aliran rasionalisme,realisme dan positivisme.Aplikasinya sekarang dalam mendesain pembelajaran kita dapat memilih aliran yang mana yang cocok.
Perjuangan itu awalnya bersifat kedaerahan lalu kemudian berubah menjadi perjuangan bangsa sejak didirikannya Budi Utomo pada Tahun 1908.. Organisasi budi utomo didirikan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Dasar organisasi adalah kebudayaan.
2.      Tujuannya adalah untuk memajukan bangsa Indonesia dalam segala bidang kehidupan, terutama kebudayaan.
3.      Pempinan adalah orang-orang Indonesia yang bukan pelajar
Untuk mengetahui perkembangan pendidikan selanjutnya kita banyak belajar dari sejarah sebelumnya.
Masalah yang saya ingin tindak lanjut adalah bagaimana menerapkan kepada siswa untuk menghargai orang-orang yang berjasa dalam hidupnya dan menghargai pahlawan-pahlawan kita lewat sikap karena saat ini jiwa nasionalis sudah mulai berkurang.

8.LANDASAN ILMIAH DAN PENELITIAN
Dalam pendidikan kita banyak sekali menemukan masalah-masalah yang harus kita selesaikan.Dan menuntut kita untuk memecahkan masalah secara ilmiah.Penelitian memerlukan metode penelitian imulai dari :
1.Adanya masalah
2.Membuat hipotesis
3.Mengadakan observasi dan Pengamatan
4.Pembahasan
5.Penarikan kesimpulan

Hal yang saya soroti Apakah setiap pendidik memahami metode ilmiah dalam memecahkan masalah?

Partisipasi saya dalam kelas saat diskusi.
 Saya sangat  tertarik dengan matakuliah ini karena beberapa hal saya temui dilapangan tentang problematika pendidikan. Saya mengajar disuatu sekolah yang banyak permasalahan.Baik dari masalah ekonomi,sosial budaya,psikologis.Landasan yang satu mempengaruhi landasan yang lain sebagai contoh masalah ekonomi mempengaruhi sosial budaya.Tingkat pendidikan orang tua mempengaruhi perekonomian dan psikologis anak serta sudut pandang orang tua dalam menilai pendidikan.
Dengan latar belakang inilah saya sangat antusias dalam setiap diskusi agar mendapatkan solusi yang tepat untuk menghadapi problem yang saya hadapi sebagai pendidik.
Ada berbagai pertanyaan yang saya ajukan disetiap landasan dan ada beberapa masukan atau solusi yang saya tawarkan dalam diskusi menanggapi suatu permasalahan antaralain adalah:
Landasan TIK
Saya memberikan masukan kepada teman bagaimana cara menanggulangi dampak negatif dari internet.Masukan saya kontrol orang tua terhadap anak dirumah sangat penting.Anak dipantau penggunaan internet dirumah.
Landasan Sistem dan Konsep
Saya menanyakan landasan apa yang membuat pemerintah membentuk Sistem Pendidikan Nasional.
Landasan Ilmiah dan penelitian
Saya menanggapi:
Selama ini aplikasi pendidikan jarak jauh melalui media internet adalah untuk dosen dan mahasiswa, ini dikarenakan kelas perguruan  tinggi bersifat lebih mandiri di bandingkan dengan SMP/SMA.
Landasan Sosial Budaya
Saya menanggapi :
Menjelaskan perbedaan kualitas  pendidikan didesa dan kota.Penyebabnya kalau dilihat dari setiap landasan tapi pada dasarnya karena tingkat pendidikan orang tua dan lingkungan yang kurangmendukung maka anak tidak termotivasi untuk maju.Apalagi kalau  dilihat ekonomi masyarakatnya yang dibawah standar.Orang tua berpendapat asal anak bisa baca tulis saja  sudah cukup.
Landasan Hukum
Saya menanyakan sejauh mana penerapan UUD 1945 tentang pembagian dana 20% untuk pendidikan?
Landasan Ekonomi
Saya menanyakan mengapa pemerintah seperti tidak fokus dalam pembagian dana APBN contohnya sertifikasi.Untuk mencairkan serifikasi banyak syarat-syarat yang harus dilengkapi salah satunya harus mengajar 24 jam.
Kemudian dalam 10 hari apakah bisa membuat guru menjadi profesional karena pada kenyataannya untuk menaikankualitas guru dengan sertifikasi belum berhasil?


Daftar Pustaka
Pidarta, Made. 2007. Landasan Pendidikan: Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Mudyahardjo, Redja. 2008. Pengantar Pendidikan: Sebuah Studi Awal tentang Dasar-Dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di indonesia. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Nasution, S. 2008. Sejarah Pendidikan Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Buchori, Mochtar. 1995. Transformasi Pendidikan. Jakarta: IKIP Muhammadiyah Jakarta Press.







Tingkat Inovasi


Atribut Inovasi dan Tingkat Inovasi

Pendahuluan
Pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan dan persoalan,diantaranya adalah :
1.Bertambahnya jumlah penduduk yang sangat cepat dan sekaligus bertambahnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.
2.Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modern.
3.Berkembangnnya teknologi yang modern.
Dan semakin berat lagi dirasakan jika persoalan datang baik dari dalam maupun luar sistem pendidikan itu sendiri diantaranya adalah :
1.Sumber-sumber yang makin terbatas dan belum dimanfaatkannya sumber yang ada secara efektif dan efisien.
2.Sistem pendidikan yang masih lemah dengan tujuan yang masih kabur,  kurikulum  belum serasi , relevan,suasana belum menarik dan sebagainya.
3.Pengelolaan pendidikan yang belum mekar dan mantap,serta belum peka terhadap perubahan dan tuntutan keadaan baik masa kini maupun masa akan datang.
4.Masih kabur dan belum mantapnya konsepsi tentang pendidikan dan interpretasinya dalam praktik.
Dari semua masalah diatas untuk menghadapinya diperlukan gagasan-gagasan baru atau ide-ide baru dalam pendidikan yang dinamakan inovasi pendidikan.
Inovasi ini  akan cepat menyebar atau diterima oleh adopter tergantung pada karakteristik inovasi itu sendiri dan kebutuhan adopter.Namun menurut Zaltman, Ducan dan  Holbel bahwa cepat atau lambatnya diterima oleh masyarakat dipengaruhi oleh atribut inovasi.
Dalam makalah penulis mebuat hal-hal apa saja yang termsuk atribut inovasi serta karakteritik inovasi.


Pembahasan
Karakteristik inovasi
Suatu inovasi jika didifusikan kepada calon adopter, maka yang dilakukan oleh calon adopter adalah melakukan penilaian atas karakteristik dari inovasi tersebut setelah mereka memiliki pengetahuan yang cukup mengenai inovasi tersebut. Penilaian tentu saja dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya setelah calon adopter memperoleh informasi yang cukup mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan inovasi. Penilaian yang dilakukan oleh calon adopter didasarkan kepada persepsi masing-masing, dan sangat dipengaruhi oleh latar belakang pribadi dan sosialnya.Persepsi adopter terhadap sesuatu biasanya berkenaan dengan keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemudahan diamati, dan kemungkinan dicoba dari inovasi.
Cepat atau lambatnya penerimaan inovasi oleh masyarakat  dipengaruhi oeh karaktristik inovasi itu sendiri misalnya penyebaarluasan penggunaan kalkulator dan blue jean dalam waktu 1 sampai 5 tahun sudah merata keseluruh Amerika Serikat sedangkan penggunaan sabuk pengaman bagi pengendara mobil baru tersebar merata sampai beberapa puluh tahun.Everette M Rogers (1993:14-16) mengemukakan karakteristik inovasi yang dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya penerimaan inovasi,sebagai berikut:
1.Keuntungan Relatif,yaitu sejauh mana inovasi dianggap menguntungkan bagi penerimanya.Tingkat keuntungan atau kemanfaatan suatu inovasi dapat diukur berdasarkan nilai ekonominya atau mungkin dari faktor status sosial(gengsi), kesenangan, kepuasan atau karena mempunyai komponen yang sangat penting.Makin menguntungkan bagi penerima makin cepat tersebarnya inovasi.
2.Kompatibel(compatibility) ialah tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai(values),pengelaan lalu dan kebutuhan dari penerima.Inovasi yang tidak sesuai dengan nilai atau norma yang diyakini oleh penerima tidak akan diterima secepat inovasi yang sesuai dngan norma yang ada.Misalnya penebarluasan penggunaan alat kontrasepsi di masyarakat yang keyakinan agamanya melarang penggunaan alat tersebut.maka tentu saja peneyebar inovasi akan terhambat.
3.Kompleksitas(complexy) ialah tingkat kesukaran untuk mmehami dan menggunakan inovasi bagi penerima.Suatu inovasi yang mudah dimengerti  dan mudah digunakan oleh penerima akan cepat tersebar,sedangkan inovasi yang sukar dimengerti atau sukar digunakan oleh penerima akan lambat proses penyebaranya.Misalnya  masyrakat pedesaan yang tidak mengetahui tentang teori penyebaran bibit penyakit melalui kuman ,diberitahu oleh penyulyh kesehatan agar membiasakan memasak air yang akan diminumkarena air yang tidak dimasak jika diminum dapat menyebabkan sakit perut .Tentu ajakan ini sukar diterima .Makin mudah dimengerti suatu inovasi akan makn cepat diterima oleh masyarakt.
4.Trialiabilitas (trialibility)ialah dapat dicoba  atau  tidaknya suatu inovasi oleh penerimanya. Suatu inovasi yang dicoba akan diterima oleh masyarakat  daripada inovasi yang tidak dapat dicoba lebih dulu.Misalnya penyebarluasan penggunaan bibit unggul padi gogo akan cepat diterimaoleh masyarakat jika masyarakat dapat mencoba menanam dan dapat melihat hasilnya.
5.Dapat diamati(observability) ialah mudah tidaknya diamati suatu hasil inovasi

Atribut Inovasi
Atribut inovasi adalah segala sesuatu yang dapat mempengaruhi cepat lambatnya laju suatu inovasi untuk diadopsi oleh anggota sistem sosial. Atribut inovasi juga dapat diartikan sesuatu yang dapat mempengaruhi suatu inovasi diterima atau tidak oleh suatu anggota sistem sosial.
Zaltman, Duncan dan Holdbek megemukakan bahwa cepat lambatnya penerimaan inovasi dipengaruhi oleh atribut inovasi sendiri.
Berikut beberapa atribut inovasi menurut(Zaltman,1973: 32-50)
1.Pembiayaan (cost)
Cepat lambatnya penerimaan inovasi dipengaruhi oleh pembiayaan pada awal penggunaan ataupun pembiayaan untuk pembinaan selanjutnya.Walaupun diketahui pula bahwa biasanya tingginya pembiayaan ada kaitanya dengan kualitas inovasi itu sendiri .Misalnya penggunaan modul di sekolah dasar.
2.Balik moda(Return to investmen)
Atribut ini hanya ada pada inovasi dibidang perusahaan dan industri.Untuk pendidikan atribut ini sukar dipertimbangkan karena hasil pendidikan tidak dapat diketahui nyata dalam waktu singkat.Suatu inovasi akan mudah dilaksanakan kalau hasilnya dapat dilihat sesuai dengan modal yang dikeluarkan
3.Efisiensi
Inovasi akan cepat diterima jika pelaksanaanya dapat menghemat waktu dan terhindar dari berbagai macam hambatan.
4.Resiko dan ketidakpastian(Risk and Uncertainty)
Untuk penyebaran inovasi perlu mempertimbangkan resiko yang akan terjadi.
5.Mudah dikomunikasikan(Communicability)
Artinya sutu inovasi akan cepat diterima adopter jika mudah dikomunikasikan dan disebarluaskan.
6.Kompatibilitas(Compatibility)
Suatu inovasi akan cepat diterima jika sesuai dengan kebutuhan,keyakinan,norma,pengalaman masa lalu  tentang inovasi,pendidikan dan tingkat ekonomi penerimanya.
7.Kompleksitas(Complexity)
Jika inovasi sukar atau sulit dimengerti maka akan sulit penyebaranya.Tingkat kesukaran ini meliputi konsepdan cara menggunakanya.

8.Status Ilmiah(Scientific status)
Jika inovasi memenuhi syarat ilmiah maka akan mudah diterima kebenaranya oleh masyarakat .Inovasi yang berstatus ilmiah akan memenuhi syarat kehandalanya (reliaable),valid dan dapat digunakan.
9.Kadar keaslian (point of origin)
Pada dasarnya masyarakat menyukai barang yang asli dengan dasar pemikiran barang yang asli kualitasnya lebih baik.Namun jika kita lihat dari sudut pandang yang lain barang tiruan kadang justru lebih menarik misal karena bentuknya hyang lebih indah atau harganya yang relatif murah.
10. Dapat dilihat kemanfaatanya (Perceived relatif advantage)
Invasi yang dapat didemonstrasikan baik cara menggunakanya maupun hasilnya,akan tampak kemanfaatanya bagi penerima,sehingga  akan cepat diterima.
11.Dapat dilihat batas sebelumnya, suatu inovasi akan makin cepat diterima oleh masyarakat apabila dapat dilihat batas sebelumnya.
12.Keterlibatan sasaran perubahan ,inovasi dapat mudah diterima oleh masyarakat apabila warga masyarakat diikutsertakan dalam setiap proses  yang dijalani.
13.Hubungan interpersonal, jika hubungan interpersonal baik maka dapat mempengaruhi temanya untuk menerima inovasi.
14.Kepentingan umum dan pribadi (publicness versus privateness), Inovasi yang bermanfaat untuk kepentingan umum akan lebih cepat diterima daripada inovasi yang ditujukan pada kepentingan sekelompok saja.
15.enyuluh Inovasi (gatekeepers)  Untuk melancarkan hubungan dalam usaha mengenalkan inovasi kepada organisasi sampai organisasi mau menerima inovasi diperlukan sejumlah orang yang diangkat menjadi penyuluh inovasi.Misalnya penyuluh KB.
Dengan berbagai macam atribut inovasi yang dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya penerimaan suatu inovasi.



Tingkat Adopsi
Tingkat adopsi adalah kecepatan yang relatif dimana sebuah inovasi diadopsi oleh anggota dari sistem sosial.
  • Inovasi dipengaruhi keputusan dari individu yang biasanya diadopsi dengan cepat daripada sebuah inovasi yang diadopsi oleh organisasi.
  • Evaluasi inovasi oleh individu berasal dari pengalaman pribadi, persepsi, serta jaringan antar individu mengarahkan proses difusi dan menentukan tingkat adopsi inovasi.
Tingkat adopasi dipengaruhi oleh
(a) jenis keputusan inovasi (opsional, kolektif atau atas dasar otoritas),
(b) jenis saluran komunikasi yang digunakan,
 (c) norma, sifat kesalingterhubungan individu, dst. dalam komunitas adopter.
 (d) upaya agen perubahan.
Selain itu, ditemukan bahwa
 (a) sampai tingkat kesadaran inovasi mencapai 20-30% tingkat adopsi rendah, sedangkan setelah ambang tersebut tingkat kesadaran dan tingkat adopsi meninggi  (b) overadopsi adalah fenomena inovasi diadopsi padahal menurut para ahli sebaiknya tidak diadopsi

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Adopsi
Memprediksi keinovativan adalah upaya menerapkan suatu cara dan hasil penelitian untuk dapat memperkirakan atau meramalkan suatu penyebaran inovasi di masa yang akan datang.
Prosedur statistik yang dikembangkan untuk menganalisis dan menjelaskan varian dalam suatu variabel terikat dalam kaitannya dengan berbagai variabel bebas adalah korelasi ganda. Tujuan utama korelasi ganda adalah untuk memprediksi varian maksimum dalam variabel terikat yang dalam hal ini adalah keinovativan.
Variabel prediktor yang paling banyak diteliti dan dihubungkan dengan keinovativan adalah atribut inovasi. Bagaimanapun hasil-hasil penelitian tersebut dapat dimanfaatkan untuk memprediksi kecepatan adopsi inovatif. Beberapa pendekatan yang berguna untuk membantu memprediksi keinovativan antara lain adalah melalui :
1. Ekstrapolasi dari kecepatan adopsi inovasi di masa lampau untuk inovasi lain di masa depan
2. Mendiskripsikan inovasi hipotesis pada adopter yang berpotensi dan menilai atributnya untuk memprediksi kecepatan adopsi
3. Dengan penelusuran penerimaan suatu inovasi pada tahap sebelum difusi atau ketika dalam ujicoba.
Tidak ada satu teknik pun yang paling sempurna untuk memprediksi kecepatan adopsi suatu inovasi di masa depan. Penelitian tentang prediksi keinovativan akan lebih berguna jika diarahkan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempegaruhi keputusan inovasi oleh individu.
Selain variabel prediktor di atas ada beberapa hal yang berdasarkan pengalaman dapat digunakan untuk memprediksi keinovativan, yaitu masalah penamaan inovasi dan posisi penempatan inovasi atau ‘positioning’, serta usaha agen pembaharuan.








Kesimpulan
Cepat lambatnya penerimaan inovasi oleh masyarakat dipengaruhi oleh karakteristik inovasi itu sendiri.Rogers mengemukakan lima macam karakteristik inovasi yaitu: keuntungan relatif, kompatibel, kompleksitas,triabilitas dan dapat diamai.Dan demikian juga dengan atribut inovasi mempengaruhi cepat atau lambatnya penerimaan suatu inovasi.Tingkat adopsi dipenaruhi oleh  jenis keputusan inovasi (opsional, kolektif atau atas dasar otoritas),  jenis saluran komunikasi yang digunakan,  norma, sifat kesalingterhubungan individu, dst. dalam komunitas adopter dan .upaya agen perubahan.

Daftar Pustaka
Everette M.Rogers. (1983 .  Diffusion of   Innovation. New  York: The Free  Press A Division of Macmilan Publishing Co.Inc
Gerald  Zaltman,   Robert Duncan,  Johny  Holbek.(1973).Innovation and Organization .A. Willey –Interscience  Publication  John  Willey and  Sons  ,New York.London ,Sydney, Toronto
Udin Syaefudin.(2008). Inovasi Pendidikan. Bandung. Alpabeta